Tentang Kami Redaksi

Pertumbuhan Ekonomi Harus Ada Pemerataan

Foto | Istimewa | ParlemenRakyat.com

Parlemenrakyat.com @ Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj, mengingatkan pentingnya pemerataan ekonomi. Ia menilai, pertumbuhan ekonomi bangsa yang terjadi tidak akan bermanfaat apabila pemerataan ekonomi tidak terwujud.

"Pertumbuhan tanpa pemerataan itu tidak ada artinya, harus ada pemerataan," kata Said Aqil usai menandatangani kesepakatan dengan PT Pertamina dalam pemberdayaan ekonomi warga. Penandatangananan bertema “Meneguhkan Islam Nusantara untuk Pemerataan Ekonomi Warga” tersebut berlangsung di gedung PBNU, Jakarta, Rabu (4/1).

Menurut Said, laporan pertumbuhan ekonomi yang diraih Indonesia dan selama ini banyak diberitakan, tidak akan memiliki kejelasan apabila rakyat tetap miskin. Karena itu, pemerataan ekonomi menjadi aspek yang harus bisa diwujudkan, terlebih tidak ada lagi monopoli terjadi.

Ia menjelaskan, pemerataan itu justru untuk menghormati para konglomerat yang bisa mengangkat orang-orang dari kelas menengah. Nantinya, orang orang dari kelas menengah itu akan mengemban tongkat estafet yang bertugas mendongkrak orang orang yang masih berada di kelas bawah. Sistematis ini diharapkan akan menciptakan sikap saling bantu kepada sesama, sehingga bisa ada peningkatan derajat yang rata.

Ia mengingatkan, sistem itu yang akan membiasakan gotong royong di Indonesia, serta bermuara kepada pemerataan ekonomi bangsa. "Pertumbuhan itu bermanfaat apabila dapat dirasakan semua orang, yang itu berarti terciptanya pemerataan," ujar Said Aqil.

Sementara Direktur Utama Pertamina Dwi Sucipto mengatakan, saat ini pertumbuhan ekonomi Indonesia sekitar 5 persen. Posisi tersebut merupakan terbaik di Asia karena negara lain berada di bawah itu. Bahkan ada negara yang pertumbuhannya masih minus.

Tapi, kata Dwi, Presiden Joko Widodo berpandangan bahwa pertumbuhan sebesar itu masih tidak cukup. Ia memiliki visi Indonesia harus mengalami pertumbuhan sekitar 7 persen. Salah satu hal yang bisa merangsang pertumbuhan tersebut adalah pemerintah melibatkan kalangan swasta.

“Karena PBNU memiliki perangkat pengusaha kecil maupun menengah, maupun besar, juga ada HPN (Himpunan Pengusaha Nahdliyin), peran ini yang coba kita dorong. Apalagi memiliki umatnya yang besar agar pemerataan dan pertumbuhan makin efektif,” jelasnya.